Krisis Moral Pada Remaja Saat Ini

Dulu, Indonesia dikenal sebagai negara yang ramah berpenduduk penuh etika dan sopan santun. Masyarakat masih menjunjung tinggi tata krama dalam pergaulan sebagaimana anak bersikap pada orang tua, orang tua kepada yang lebih muda, maupun pada hubungan antar teman.

Namun, seiring laju perkembangan jaman. Dan pertumbuhan teknologi informasi yang semakin pesat. Mau tidak mau ikut berpengaruh pada perilaku masyarakat, khususnya para remaja yang notabene lebih banyak menggunakannya.

Sekarang ini perilaku para remaja semakin memprihatinkan, membuat saya mengelus dada. Dalam pergaulan saat ini, remaja lebih bebas mengekspresikan diri ( malah sudah kelewat batas menurut saya ). Tidak hanya di Ibu Kota, bahkan sudah sampai ke desa atau dilingkungan kita sendiri saja banyak perilaku ABG yang “nganeh – nganehi”. Seakan ingin menunjukkan eksistensinya, mereka tak segan – segan tampil meniru seperti artis – artis di televisi.

Bukan itu saja, anak pada usia sekolah sudah banyak yang mengenal rokok, drugs dan seksual. Mereka bebas bergaul tanpa ada batasan – batasan dan etika. Sopan santun pada yang lebih tua pun sudah tidak diperdulikan lagi. Astaghfirullah hal Adhim… Mau dibawa kemana bangsa ini, bila generasi muda sudah sedemikian parah moralitasnya.

Di dekat tempat tinggal saya pun, sudah banyak ABG yang berperilaku demikian. Mereka bergerombol mengenakan atribut – attribut metal, memakai celana hitam ketat, telinga diberi banyak anting, rambut digimbal dan tertawa terbahak – bahak mengumpat kata – kata kotor dan merokok bergantian seolah ingin unjuk gigi. Membuat tidak nyaman lingkungan di sekitarnya.

Apalagi bila malam tiba, banyak pasangan ABG berpacaran disembarang tempat tanpa malu diketahui oleh orang lain. Ujung – ujungnya hamil diluar nikah dan akhirnya putus sekolah. Kalau sudah begini siapa yang repot. Kita para orang tua juga kan??

Mengatasi para remaja tidak bisa dengan kekerasan. karena psikologis remaja yang sedang dalam masa pencarian jati diri. Memerlukan kontrol dan bimbingan dari orang – orang terdekat, khususnya orang tua. Mereka jangan dilepaskan begitu saja tanpa pengawasan, namun juga tidak boleh terlalu dikekang. Berikan pandangan – pandangan positif dan arahan untuk berperilaku lebih baik.

Untuk itu para orang tua harus lebih aktif melakukan pendekatan pada anak dan bisa menjadi tempat sharing / berbagi dalam masalah yang dihadapi anak remaja kita. Sehingga anak merasa lebih nyaman pada orang tua dan lingkungan keluarga. maka anak tidak akan lagi mencari kenyamanan di tempat lain yang berakibat negatif.

Mari para orang tua, untuk bersama memperbaiki moral anak bangsa masa depan. Agar bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik!!

Ditulis oleh: Ardiawati

Tentang ardiawati170483

Saya seorang ibu rumah tangga biasa, yang biasa menghabiskan waktu bersama anak, suami dan orang - orang di lingkungan sekitar. Dalam Blog ini saya ingin mencoba berbagi pengalaman yang saya temui dalam kehidupan sehari - hari. Dan informasi yang semoga bermanfaat setelah membaca artikel saya.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di sosial. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s