Mainan Tradisional, Dimana Kini?

Masa kanak-kanak adalah masa yang paling membahagiakan dalam hidup, yang tak mungkin akan kembali lagi dikemudian hari. Dimana pada saat itu anak-anak sedang asyik menikmati masa bermain. Dulu waktu kecil saya ingat banyak sekali permainan-permainan tradisional yang dimainkan anak-anak dikampung. Ada congklak, bola bekel, betengan, petak umpet, gobak sodor, sudamandan, masak-masakan, gundu dan lain sebagainya.

Apalagi disaat padam listrik dimalam hari “padhang mbulan”, langsung anak-anak berhamburan keluar rumah untuk bermain dengan teman-teman sebayanya. Pernah pada waktu itu saya dan teman-teman bermain petak umpet, karena kebetulan rumah saya dekat makam ya ngumpetnya dimakam. hihihi… Kebetulan saya yang “jadi”, dan setelah lama nguber makam mencari teman-teman nggak ketemu. Akhirnya saya pulang sambil menangis.. hehe…🙂

Gundu

Kini jarang sekali dijumpai anak-anak bermain mainan tradisional seperti itu. Sekarang anak-anak lebih memilih nonton televisi dan bermain Play Station. Bahkan mereka rela mbolos sekolah demi bermain Play Station. Astaghfirullah… (hati-hati bagi para orang tua, harus lebih meningkatkan pengawasan pada anak). Yang lebih parahnya lagi, anak sekarang nggak tahu ketika ditanya, “pernah nggak main gobak sodor?” apa jawabnya?; “Apa itu gobak sodor?”. Walah, sampe segitunya..

Kita sebagai orang tua, mestinya mulai memperkenalkan kembali permainan-permainan tradisional yang hampir punah. Untuk mengimbangi kemajuan teknologi, agar tidak disalahgunakan anak sebagai pengaruh perilaku negatif. Karena anak belum dapat menyaring mana yang positif dan mana yang negatif.  “Dan kita juga perlu mendampingi ketika anak sedang bermain untuk memberi arahan agar mereka mengerti…!!“.

Ditulis oleh: Ardiawati

Tentang ardiawati170483

Saya seorang ibu rumah tangga biasa, yang biasa menghabiskan waktu bersama anak, suami dan orang - orang di lingkungan sekitar. Dalam Blog ini saya ingin mencoba berbagi pengalaman yang saya temui dalam kehidupan sehari - hari. Dan informasi yang semoga bermanfaat setelah membaca artikel saya.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di budaya. Tandai permalink.

14 Balasan ke Mainan Tradisional, Dimana Kini?

  1. amu yarkhamu daaz berkata:

    Yup bener…tik tok mainan favoritku xixi

  2. ardiawati170483 berkata:

    Ada yang bilang tik tok atau pathok lele…
    Tapi sekarang jarang dimainkan anak-anak…😦

  3. giewahyudi berkata:

    Kalau di kampung sih mainan-mainan tradisional masih ada.
    Jadi kangen kampung nih..😦

  4. cahayabali berkata:

    dulu sering main gundu tapi tak pernah menang hehehe

  5. Hendra berkata:

    salam kenal.

  6. Koko Javanis Hartoko berkata:

    Ironis memang kalo bicara dunia permainan tradisional anak di era jaman sekarang..dikala perkembangan tecknologi makin kedepan menjadikan semuanya serba instan dan menjadi mudah diaplikasikan,seorang anak memiliki pemikiran ingin mencoba sesuatu yang baru,coba tengok bila ada produk jajan yang baru mereka ingin mencoba dan merasakannya..begitu pula perkembangan aktifitas anak akan mengikuti pola perilaku di lingkungan sekitarnya..pergaulan anak juga akan mendukung pertumbuhan karakter pribadi sang anak,sudah kewajiban orang tua untuk memberikan pola pemikiran yang sehat dan contoh perilaku yang santun pada mereka.ini adalah landasan agar anak dapat mencerna sebuah tata perilaku yang sehat…kembali ke topik awal,bila warisan budaya tidak kita kenalkan sejak dini pada anak ya jangan harap anak akan tahu keberadaan warisan tradisional leluhur yang dulu pernah kita rasakan dan nikmati…sekolah batu,jamuran,bathoro,cublak2 suweng,luncatan,kasti,betet kingkong,abcd…dan yang lainnya semoga terhindar dari kepunahan…salam budaya…

  7. advertiyha berkata:

    iya, kangen banget sama maenan jaman dulu, sekarang udah kalah sama PS, Nin DS ama games online, ckckckc..😦

  8. Prima berkata:

    iya, permainan jaman aku kecil lebih ke fisik, sekarang anak2 jadi males main outdoor, badannya jadi gak sehat! *bersyukur sempat menikmati masa kecil penuh warna…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s